Maw Diantara Dunia dan Akhirat

Manusia hidup di dunia ini hanya sementara. Setelah meninggal pindah rumah ke liang lahat. Menanti penempatan di akhirat. Itu kata kita yang beriman taat.Kalau emosi dan nafsu manusia itu dituruti, kita pastinya pingin yang serba enak, jauh dari kata sukar. Di dunia kaya-raya, mati masuk surga.

###

Di dunia kata baginda Nabi, “Bekerjalah seakan engkau hidup selamanya“. Sedangkan untuk akhirat kata baginda Nabi, “Beribadahlah seakan engkau akan mati esok“. Dua hal yang kontras. Sulit dijalankan tapi memang begitulah kiranya petuah, tak ada yang mudah.

Oleh karena itu hidup layaknya timbangan, mengatur prioritas dunia dan akhirat secara adil dan merata.

Di dunia kita berusaha bertahan hidup. Apapun bentuknya jelas kita memiliki tujuan. Bahwa esok hari saya mesti hidup. Bahwa esok hari lebih baik dari hari ini. Senantiasa begitu.

Jangan lupa bahwa usia manusia terbatas. Suatu saat kita akan dipanggil menghadap-Nya. Sebab itu kita perlu giat beribadah. Kiranya serupa. Bahwa esok hari saya mesti beribadah. Bahwa esok hari lebih baik dari hari ini. Senantiasa begitu.

###

Tapi perihal timbangan, kadang kita condong sebelah. Kalau kita terus kejar target dunia, target akhirat terabaikan. Kalau kita terus kejar target akhirat, yang target dunia juga bakal terbaikan.

Soalnya kata orang itu prioritas. Kita mau hidup di dunia nikmat, maka kita kerja keras. Kita mau hidup di akhirat nikmat, maka kita banyak ibadah. Kalau berlebihan condongnya, bisa digolongkan ekstrim. Lantas pilih yang mana?

###

Kenapa tidak kita coba lepaskan. Melepas semua target kita. Dunia dan akhirat. Melepas bukan berarti membiarkan pergi tuk selamanya. Ibarat kita yang tengah bermain layangan dengan menarik-narik benang. Kita lepas benang itu untuk mengulur layangan membumbung lebih tinggi lagi.

Melepaskan adalah menarik napas. Melepaskan adalah berhenti sejenak. Memburu dunia, ingat lagi pada akhirat. Memburu akhirat, ingat lagi pada dunia.

Kita ingin layangan itu terus membumbung tinggi. Setinggi apa kita tak pernah tahu. Yang kita lakukan hanya tarik dan mengulur.

Tuhan yang meniup angin.

2 Responses to “Maw Diantara Dunia dan Akhirat”


  1. 1 comenx Nop 18th, 2009 at 12:59 pm

    PertamaX….

    huyeeeeeeeee

  2. 2 Erlina AD Pratiwi Jan 15th, 2010 at 10:33 am

    hem..
    tapi saya pikir jika kita mengejar akhirat maka duniapun akan mengikuti..

Leave a Reply

kecoa