Maw Bercinta Berdua?

Pacaran itu mayoritas selalu berduaan. Pria dan wanita itu saling berkasih-kasih. Jadi lumrah kalau ada pepatah, “Dunia serasa milik berdua”.

Tapi dunia tersebut bukan seluruh bumi yang bulat, besar nan luas ini. Melainkan secuil tempat di sekitar kita, yang masih bisa dilihat oleh mata. Misalnya taman, kantin, halaman, bahkan kamar tidur.

Bagi saya, pacaran di dalam kamar tidur itu bukan tindakan yang terpuji. Namun saya yakin ada banyak diantara kita yang pernah melakukannya. Utamanya adalah mereka yang hidup jauh dari orangtua. Sebab tak ada yang memantau siapa saja yang keluar-masuk kamar.

Tak jarang hal ini berakhir pada perdebatan. Faktor norma, adat, kesusilaan, dan agama dibenturkan pada faktor realita. Bahkan dalih klasik, “selama tak terjadi apa-apa”, kerap terdengar sebagai pembelaan. Karena itu pantaslah dewasa ini kita kerap temui mereka yang tengah berkasih-mesra–rangkul dan cium–di muka publik. Adapun mereka yang sungkan melakukannya kerap berdalih, “malu dilihat orang”, bukan “malu dilihat Tuhan”.

Seorang teman saya melakukannya. Ironisnya, teman saya itu dikenal sebagai pribadi yang taat beragama. Bahkan dengan kaum wanita pun, ia menjaga jarak. Namun kini, beh, teman saya itu bagaikan seorang munafik. Setelah apa yang ia dan kekasihnya perbuat, saya merasa terkhianati.

Kata teman saya yang lain, “temanmu itu khilaf”. Dia khilaf, tentu saya ingatkan. Namun saya tak mau mendengar pembelaan terlontar dari mulutnya, “bahwa tak ada rumah yang mau menampungku selain rumah kekasihku itu”. Alasan yang sungguh tak masuk akal. Sebab masih ada rumah seorang kawan prianya yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari rumah kekasihnya itu.

Saya tak mau terima alasan darinya, “Wis kamu tenang saja”. Sebab saya dan juga para tetangga rumah kekasihmu itu tak tenang dengan kelakuanmu.

Demi Tuhan. Cinta telah membuat teman saya itu buta. Cinta telah membuat dirinya bodoh. Cinta telah membuat dirinya bagaikan seorang munafik.

Ini semua, berawal dari berkasih-mesra di dalam kamar, berduaan.

Yogyakarta, 5 Januari 2010

3 Responses to “Maw Bercinta Berdua?”


  1. 1 nonreni Jan 5th, 2010 at 6:09 pm

    betul juga setuju FULL

    :roll Tuhan ada dimana-mana, termasuk ditempat tidur, meski jauh dari orang tua

  2. 2 wijna Jan 5th, 2010 at 7:45 pm

    Tuhan ada di tempat tidur tapi Ia tidak pernah tidur

  3. 3 Gandi Wibowo Jan 16th, 2010 at 12:15 am

    Loh… kok Gw mampir kesini… RSS-nya digabung ya sama yang web.id?
    ANW… Masih mending temennya cuma satu yang kayak gitu, Gw punya banyak temen yang kayak gitu.. Cinta dan Nafsu emang cuma sebatas kertas…

Leave a Reply

siput